Kebahagiaan itu kembali datang, kemarau adalah masa yang ditunggu bagi warga kami. Saat musim tembakau dimulai, saat itu pula warga berduyun2 dan kompak bersama di sawah merawat tembakau. Tak peduli jenis kelamin, tak peduli pejabat atau rakyat semua bersemangat ke sawah.

 

Berhektar-hektar sawah kembali menghijau penuh tanaman candu. Kebahagiaan dan harapan timbul untuk menebus keringat yang telah dicurahkan untuk menjaga tanaman ini. Malam tak menjadi halangan untuk mengalirkan air ke sawah, dingin pagi tak menjadi hambatan untuk memulai menyiram tanaman manja ini. Aroma menyengat disinfektan menjalar ketika kabut belum pergi, tak mengurangi kesemangatan membuang hama yang berlindung di bawah daun.

 

Dan kemarau adalah sebagian senyuman kami..

Ditulis Oleh :Administrator
Pada : 04 September 2015 15:52:25 WIB

Komentar Artikel Terkait

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar